Monday, September 4, 2017

What Will We Call It?

WARNING!!

For myself, I have warned myself about this post I'm going to write will embarrassed me some years later. When it comes, I know I will delete or revert this post into draft folder, but please don't. Sometimes life needs something embarrassing to be laughed, isn't it?

For people, who accidentally or deliberately open this blog, read this post, and want to make some jokes on it, please do so. Maybe it is your way to suffering from your own pain, I'm so glad to help you. Or maybe you want to try some new way, like writing?

And for you, whose this post is written. I don't know you will read this post or not, but if you do, please be rejoice. Now, we are stronger and wiser than we know.




Siapa?
Kita.
Apa?
Selesai.
Kapan?
Sejak lalu.
Di mana?
Di sini.
Mengapa?
Berbeda.
Bagaimana?
Bergerak.



Kita seutas benang.
Mencoba menggurai kusut masing-masing.
Ada yang bersinggung, ada yang bertemu.
Ada yang diikat, namun kemudian dilepaskan.
Ada yang diletakkan jauh, ada yang tidak berjumpa sama sekali.


Kita pernah bersinggung.
Pernah dilepaskan.
Entah kemudian diikat lagi.
Tapi akhirnya dijauhkan.


Mungkin kau indah di sisi kiri.
Aku di sisi kanan.
Bersinggung benang lain.
Dan tak berjumpa lagi.


Tapi masih ada.
Bekas pernah diikat.
Tanda pernah bersinggung.
Entah sampai kapan.


Semoga.
Suatu saat nanti.
Kusut menjadi urai.
Tidak menjadi musuh.
Tetap teman.

Semoga.
Suatu saat nanti.
Di kain yang lain.
Kita bersinggung tanpa pernah dilepaskan.

Semoga.

Wednesday, January 18, 2017

Be 20something!

Hai, apa kabar?

Hari ini saya lagi mau sok produktif, jadi nulis blog aja.
Mau nulis resolusi kayaknya udah telat, udah lama banget lewat dari tahun baru.
Mungkin mau nulis tentang refleksi aja.

Sebenarnya, kalau boleh cerita sedikit, tahun yang merupakan tahun 'gue' banget itu mungkin tahun 2015.
Lulus kuliah, dapat kerja, dapat banyak pengalaman bermusik, dapat bertemu dengan teman-teman baru, dan sebagainya.

Untuk tahun 2016 ini, menurut saya merupakan tahun dimana saya mendapatkan banyak pelajaran mengenai hidup. Banyak pengalaman hidup yang mengajarkan beberapa hal baru, supaya saya bisa jadi orang yang lebih baik lagi.

Di tahun 2016 saya diajar untuk banyak bersyukur. Seorang teman mengajarkan saya bahwa banyak kejadian dalam hidup yang saya anggap biasa saja, tapi bagi sebagian orang merupakan sebuah anugerah. Punya keluarga yang harmonis. Kuliah rapi 4 tahun. Dapat kerjaan dengan lingkungan kondusif, hari sabtu libur, dan libur yang mengikuti liburan anak sekolahan. Dipercaya punya talenta bermusik. Tapi ya yang namanya manusia, ada aja perasaan iri, dia lebih cantik lah, lebih banyak uang lah, lebih modis lah, lebih jago main musiknya lah, lebih pinter lah, dan lain-lain. Ya gitu, saya masih belajar. 

Saya diajar untuk ikhlas menerima perlakuan orang lain yang kurang baik. Saya belajar, bahwa yang perlu saya lakukan hanyalah menjalani kehidupan dengan berbahagia, lebih berbahagia dari sebelumnya, tanpa kebencian. Entah mengapa semesta sepertinya punya caranya sendiri untuk membalas orang-orang yang berperilaku kurang baik, apapun, cepat atau lambat. Jadi, sepertinya tidak perlu merancang pembalasan atau menyimpan kebencian, semua orang memiliki karmanya masing-masing.

Berikutnya, saya belajar bahwa gak semua orang bisa jadi teman atau suka berteman dengan dirimu. Ada beberapa orang di dunia ini yang mungkin hanya sampai batas sebagai kenalan. Ada yang sampai batas teman. Dan kalau beruntung, ya bisa ketemu yang sampai batas sahabat.

Untuk 2017, hmm, pastinya bakalan banyak pelajaran hidup yang akan diajarkan kepada saya. Tahun depan saya ceritain lagi ya pelajarannya apa. Pada tahun ini, saya tidak akan menuliskan banyak resolusi. Saya inginnya di tahun 2017 ini saya semakin mengenali diri saya sendiri, tahu apa tujuan hidup saya, tahu Sang Pencipta mau apa dalam hidup saya, sehingga saya tahu harus berbuat apa.







So, good luck! Be 20something!