Sunday, September 18, 2016

Mengapa Tuhan Membiarkanmu Terluka?

Ada yang terluka dalam diam.
Menanti yang dinanti tanpa kepastian.
Enggan berkata sebenarnya sehingga ambigu.
Merasa tidak layak sehingga nyata implisit.

Ada yang terluka dalam marah.
Diledakkan amarah atas pengkhianatan.
Membalas semua rencana yang terbatalkan.
Menghadapi pertarungan hati melawan logika.

Ada yang terluka dalam tawa.
Bermuka seribu agar tak tergantikan.
Rela melawan nurani agar bahagia palsu.
Berharap suguhan adegan cerita klasik menyembuhkan cepat pedihnya.

Ada yang terluka dalam tangis.
Jelas hatinya tergores.
Tercabik perasaannya sendiri karena percaya hal semu.
Merasa ditipu oleh yang berjanji selalu ada.

Mengapa?

Mungkin dengan luka, kamu tahu apa yang pantas dan tidak pantas kamu genggam.

Mungkin dengan luka, kamu sadar genggamanmu terlalu erat.
Mungkin dengan luka, kamu tahu siapa yang benar ada.
Mungkin dengan luka, kamu mengerti hidup tak hanya soal cerita klasik.

Mungkin dengan luka, kamu beristirahat dari sesuatu yang salah.
Mungkin dengan luka, Tuhan menyelamatkanmu dari orang yang salah.