Wednesday, April 2, 2014

Just, Let It Go

Ada masa dimana berbeda itu sah.
Ada masa dimana tidak memiliki itu tenang.
Ada masa dimana merasa cukup itu perlu.

Tapi.
Ada masanya otak ini terlalu keras berpikir.
Ada masanya hati ini terlalu iri. 
Ada masanya imaji ini terlalu bermimpi.
Ada masanya tangan ini terlalu ingin memiliki.
Ada masanya wajah ini terlalu malu.
Ada masanya mulut ini selalu bertanya.
Hingga lelah dan akhirnya terdiam.
Ada masanya kaki ini enggan melangkah.

Melangkah untuk siapa?
Kemana?
Dengan apa?
Tidak punya apa-apa. 
Masihkah punya hati untuk meminta?
Masihkah enak hati?
Pada matahari dan rembulan yang berderai air mata.
Pada matahari dan rembulan yang bercucuran keringat.
Pada matahari dan rembulan yang tak pernah egois.
Pada matahari dan rembulan yang selalu memberi.
Pada matahari dan rembulan yang hampir redup.

Sanggupkah memendam?
Sanggupkah bersabar?
Sanggupkah berjuang?
Sanggupkah menunggu?
Sanggupkah?



Sampai kapan?

 

Batas

Batas itu tipis.
Terlalu tipis.
Seutas benang tak mampu menandinginya.

Batas itu jauh.
Terlalu jauh.
Jagat raya tak mampu menjangkaunya.

Batas itu rapuh.
Terlalu rapuh.
Tangan hampa tak mampu menyentuhnya.

Batas itu pergi.
Secepat angin yang menderunya.
Tergulung ombak yang datang tak tentu arah.
Menjadikan batas itu sepi.
Sepi tanpa serpihan.