Tuesday, March 20, 2012

Jurnal Rasa Syukur

Dear Matahari,
Terima kasih selalu terbit tepat waktu.
Aku belajar pentingnya kedisiplinan dari cerahnya sinarmu.

Dear Udara,
Terima kasih telah ada untuk kuhirup seperlunya dan kulepaskan sia-sia.
Aku belajar arti kerelaan hati dari segarnya dirimu.

Dear Ayam Jantan tetangga,
Terima kasih selalu berkokok setiap pagi.
Aku belajar tanggung jawab dari kukuruyukmu.

Dear Havermuth,
Terima kasih telah mengisi perut kosongku setiap pagi.
Dari rasa plain-mu, aku mengerti arti keberadaan.

Dear susu coklat panas,
Terima kasih telah menghangatkan di setiap pagi.
Dari manisnya dirimu, aku belajar melihat sisi bahagia dibalik penderitaan.

Dear air dan sabun,
Terima kasih telah membersihkan debu-debu dan kotoran.
Dari wangi dan bersihnya dirimu, aku belajar tentang kesalahan dan mengubahnya untuk menjadi lebih baik.

Dear sikat gigi dan odol,
Terima kasih selalu ada untukku dua kali dalam sehari.
Aku belajar pentingnya keteraturan dari bulu sikatmu.

Dear cermin,
Terima kasih telah membelokan cahaya.
Aku belajar indahnya kecantikan dari bayangan didalammu.

Dear kaos, celana, dan sepatu,
Terima kasih telah memperindah penampilanku.
Dari bahanmu aku belajar arti kenyamanan.

Dear angkot 09,
Terima kasih telah pernah tidak mengembalikan uang 20 ribu saya.
Aku belajar arti ketelitian darimu.

Dear kopaja 88,
Terima kasih karena tidak bisa ngetem terlalu lama.
Aku belajar arti kegesitan dari teriakan kenek mu.

Dear transjakarta busway,
Terima kasih karena kedatanganmu selalu tidak dapat diprediksi.
Aku belajar arti 'lebih cepat, lebih baik' dari warna orange dan abu-abumu.
Aku belajar bersabar dan menunggu dari penuhnya dirimu.

Dear Pengamen,
Terima kasih telah membukakan mata hatiku.
Aku belajar rasa empati dari suara sengau mu.

Dear mimpi,
Terima kasih telah membuat cerita dalam tidurku.
Dari kehadiranmu, aku belajar mengaktualisasikan diriku.

Lebih dari semua yang ada.
Dear GOD,
Terima kasih telah membuat segala sesuatu indah dan membuat aku mengerti akan arti rasa syukur.

I love You more than a love song :)

Salam cap tiga jari kangen naik angkot
hanya bayar seribu rupiah.

Saturday, March 17, 2012

NAJUH

Benci saat kau datang tiba-tiba
Bersyukur saat ku berhasil menebak
Kering lenyap
Sejuk menyapa

Tetapi kadang kau membawa serta
Si kurang bersahabat
Menyapu dan menggulung

Terima Kasih
Kau buat ku selalu siap
Sedia Sang Pelindung
Hingga akhirnya kau pergi
Dunia pun merindumu

Thursday, March 8, 2012

Shock Therapy Day

Haiho, udah lama banget gak nulis blog.
Sekalinya nulis tentang hal yang gak enak nih, ckck.
Gak gak enak banget sih, gak enak ajah, hahaha gak jelas.

Pertama, mau berterima kasih buat Tuhan Yesus karena telah mengizinkan apa yang terjadi di hari ini terjadi. Terima kasih buat shock therapy di pagi hari ini, benar-benar sesuatu.

Gw akui, memang kesalahan gw dimana membuat tugas sangat mepet dan kebelet (?) hari ini dikumpul, kemarin malam baru buat. Tugasnya pun gak ribet banget, hanya membuat ringkasan atau mindmap dari pelajaran yang sudah dipelajai dua minggu lalu dan minggu lalu.

Kemarin pas pulang kuliah, agak siang, jadi gw berpikir bahwa waktunya masih lama, jadi ulur-ulur waktu deh buat kerjain tugas tersebut. Dari mulai nonton, tidur-tiduran, dengerin mp3, dan sebagainya. Baru mulai kerjain tugas tersebut pukul 7 p.m, dengan ekspektasi hanya dikerjakan satu atau dua jam saja selesai. Tapi ternyata waktu yang dihabiskan untuk mengerjakan tugas tersebut lebih lama, karena gw pake juga buat online twitter dan facebook. Singkat cerita, tugas itu selesai pukul 11 p.m, dengan sukses gak jadi buat tugas mata kuliah lainnya. Tugas tersebut belum diprint sementara mata sudah dua watt, maka gw putuskan untuk print pagi ini, karena gw masuk agak siang hari ini.

Alarm pagi hari ini pun menyala, gw bersiap untuk bangun dan didalam otak gw sudah berpikir untuk print tugas tersebut, dan gw lupa berdoa pagi ini. Setelah gw selesai mecolok-colok printer dengan laptop, dan mencoba untuk print, ternyata entah kenapa printer nya gak bisa nge-print! Herannya saat itu gw gak panik, singkat pikir gw berencana untuk nge-print di tempat foto copy-an kampus. File tersebut gw pindahkan kedalam flashdisk.

Sesudah semi-shock therapy pagi itu terjadi, gw langsung cepat-cepat mandi dan bersiap untuk pergi ke kampus. FYI, semester ini gw nginep di rumah kakek gw untuk mempersingkat waktu dari kampus, mengingat rumah gw bersebrangan dengan kampus gw, barat-timur. Waktu untuk sampai ke kampus gw dari rumah kakek gw adalah 15 menit (kalau gak macet), beda banget kalau dari rumah gw, paling cepat 45 menit, dan paling lama, ya, selama-lamanya.

Lanjut, gw selesai mandi dan siap untuk berangkat sekitar pukul 08.30 an dari rumah kakek gw, terhalang ngetem dan padat merayap sedikit gw sampai di kampus pukul 08.45 an, gw berpikir in case tempat foto copy-an nya rame, gw masih bisa agak santai menunggu dan gak terburu-buru untuk masuk kelas pukul 10.00, karena takut terlambat.

Dan SHOCK THERAPY nya adalah file tugas gw tersebut tidak bisa dibuka, karena file nya rusak, entah kenapa bisa begitu, padahal gw udah simpan file itu ke flashdisk dengan cara yang benar. Putus asa, gw ke tempat foto copy-an lainnya dengan secercah harapan disana filenya bisa dibuka. Ternyata, gak bisa juga.

Pikiran gw mulai panik, sia-sia pengerjaan tugas gw kemarin malam, panik, gak jelas, deg-degan, waktu sudah menunjukan pukul 09.00. Sempat terbesit di pikiran gw untuk balik lagi dan save file tersebut lagi, tapi niat itu gw urungkan karena tadi sebelum masuk ke kampus gw lihat jalanan macet banget yang ke arah rumah kakek gw. Di dalam keadaan panik, hati kecil gw bilang buat tulis tangan. Gw, dengan tangan gemetar, mencoba menulis cepat ringkasan untuk tugas tersebut, perasaan takut, deg-degan, capek, kecewa, semua nya indah *eh* semuanya ada, gak ada yang absen satu pun. Sesuatu banget.

Singkatnya 3 bab berhasil gw ringkas dalam kurun waktu 55 menit. Gw gak tau tulisan gw masih bisa terbaca atau gak, tapi gw merasa tulisan itu sudah yang paling rapih yang bisa gw tulis dalam keadaan tertekan waktu dan mental. Dan untungnya dosen tersebut memang memperbolehkan tugas tersebut ditulis tangan, kalau gak, ya sudahlah, habis riwayat gw.

Satu hal lagi yang bikin hari ini makin lengkap adalah botol air gw belum ketutup, dan akhirnya tumpah semua didalam tas gw, beruntung buku dan lain-lainnya gak begitu kena basahan, masih bisa dikering-keringkan.

Dari sini gw mau bersyukur, karena entah darimana hati kecil gw bilang harus sampai kampus setidaknya jam 09.00 yang pada saat itu gw berpikir in case tempat print nya rame, gw tau Tuhan punya rencana. Karena kalau ajah gw males-malesan dan berpikir semua akan baik-baik ajah, dan menghiraukan hati kecil gw itu, mungkin tugas gw gak akan ke kumpul hari ini. Tuhan mau menegur gw, karena gw tidak menggunakan waktu yang Dia kasih dengan maksimal dan sebaik mungkin. Gw buang-buang waktu dengan nonton dan online yang seharusnya dilakukan pada saat setelah selesai buat tugas dan belajar, bukan sebelumnya. Gw juga menunda-nunda pekerjaan terebut karena berpikir 'esokkan masih ada'.

Kesalahan gw yang lain adalah gw lupa berdoa habis bangun tidur, dimana itu merupakan hal paling dasar gw sebagai manusia untuk mengucap syukur karena telah diberi kehidupan satu hari lagi.

Tuhan sangat baik, karena hari ini Dia mau menyentil gw. Gw janji, mulai hari ini, gw gak akan menunda-nunda pekerjaan dan mennyia-nyiakan waktu yang udah Tuhan kasih, satu hari 24 jam, akan gw coba untuk mempergunakannya dengan baik. Tapi balik lagi, semua butuh proses, semua butuh adaptasi, tapi gw akan terus mencoba dan berusaha kalau nanti gw gagal.

Gw gak mau bilang hari ini hari sial, karena semua hari yang diciptakan Tuhan adalah baik adanya. Menurut gw, hari ini lengkap, hari ini printer gak mau nge-print, hari ini file gak bisa dibuka, hari ini shock therapy, hari ini panik, hari ini kecewa, hari ini sesuatu sungguh, hari ini ringkas tulis tangan 3 bab cuman 55 menit, hari ini kelegaan, hari ini buku dan tas dimandiin, dan hari ini hari nya Tuhan menegur gw, dan gw bersyukur karena Tuhan masih menegur gw, anak-Nya yang bandel, itu tandanya Dia masih sayang sama gw.

One more time, THANK YOU GOD FOR TODAY'S SHOCK THERAPY !!
I love You more than a love song, God :)

Salam titik dua angka tiga.