Wednesday, January 18, 2017

Be 20something!

Hai, apa kabar?

Hari ini saya lagi mau sok produktif, jadi nulis blog aja.
Mau nulis resolusi kayaknya udah telat, udah lama banget lewat dari tahun baru.
Mungkin mau nulis tentang refleksi aja.

Sebenarnya, kalau boleh cerita sedikit, tahun yang merupakan tahun 'gue' banget itu mungkin tahun 2015.
Lulus kuliah, dapat kerja, dapat banyak pengalaman bermusik, dapat bertemu dengan teman-teman baru, dan sebagainya.

Untuk tahun 2016 ini, menurut saya merupakan tahun dimana saya mendapatkan banyak pelajaran mengenai hidup. Banyak pengalaman hidup yang mengajarkan beberapa hal baru, supaya saya bisa jadi orang yang lebih baik lagi.

Di tahun 2016 saya diajar untuk banyak bersyukur. Seorang teman mengajarkan saya bahwa banyak kejadian dalam hidup yang saya anggap biasa saja, tapi bagi sebagian orang merupakan sebuah anugerah. Punya keluarga yang harmonis. Kuliah rapi 4 tahun. Dapat kerjaan dengan lingkungan kondusif, hari sabtu libur, dan libur yang mengikuti liburan anak sekolahan. Dipercaya punya talenta bermusik. Tapi ya yang namanya manusia, ada aja perasaan iri, dia lebih cantik lah, lebih banyak uang lah, lebih modis lah, lebih jago main musiknya lah, lebih pinter lah, dan lain-lain. Ya gitu, saya masih belajar. 

Saya diajar untuk ikhlas menerima perlakuan orang lain yang kurang baik. Saya belajar, bahwa yang perlu saya lakukan hanyalah menjalani kehidupan dengan berbahagia, lebih berbahagia dari sebelumnya, tanpa kebencian. Entah mengapa semesta sepertinya punya caranya sendiri untuk membalas orang-orang yang berperilaku kurang baik, apapun, cepat atau lambat. Jadi, sepertinya tidak perlu merancang pembalasan atau menyimpan kebencian, semua orang memiliki karmanya masing-masing.

Berikutnya, saya belajar bahwa gak semua orang bisa jadi teman atau suka berteman dengan dirimu. Ada beberapa orang di dunia ini yang mungkin hanya sampai batas sebagai kenalan. Ada yang sampai batas teman. Dan kalau beruntung, ya bisa ketemu yang sampai batas sahabat.

Untuk 2017, hmm, pastinya bakalan banyak pelajaran hidup yang akan diajarkan kepada saya. Tahun depan saya ceritain lagi ya pelajarannya apa. Pada tahun ini, saya tidak akan menuliskan banyak resolusi. Saya inginnya di tahun 2017 ini saya semakin mengenali diri saya sendiri, tahu apa tujuan hidup saya, tahu Sang Pencipta mau apa dalam hidup saya, sehingga saya tahu harus berbuat apa.







So, good luck! Be 20something!

Sunday, September 18, 2016

Mengapa Tuhan Membiarkanmu Terluka?

Ada yang terluka dalam diam.
Menanti yang dinanti tanpa kepastian.
Enggan berkata sebenarnya sehingga ambigu.
Merasa tidak layak sehingga nyata implisit.

Ada yang terluka dalam marah.
Diledakkan amarah atas pengkhianatan.
Membalas semua rencana yang terbatalkan.
Menghadapi pertarungan hati melawan logika.

Ada yang terluka dalam tawa.
Bermuka seribu agar tak tergantikan.
Rela melawan nurani agar bahagia palsu.
Berharap suguhan adegan cerita klasik menyembuhkan cepat pedihnya.

Ada yang terluka dalam tangis.
Jelas hatinya tergores.
Tercabik perasaannya sendiri karena percaya hal semu.
Merasa ditipu oleh yang berjanji selalu ada.

Mengapa?

Mungkin dengan luka, kamu tahu apa yang pantas dan tidak pantas kamu genggam.

Mungkin dengan luka, kamu sadar genggamanmu terlalu erat.
Mungkin dengan luka, kamu tahu siapa yang benar ada.
Mungkin dengan luka, kamu mengerti hidup tak hanya soal cerita klasik.

Mungkin dengan luka, kamu beristirahat dari sesuatu yang salah.
Mungkin dengan luka, Tuhan menyelamatkanmu dari orang yang salah.

Thursday, August 13, 2015

LULUS!

Hallo, apa kabar? Sudah terlalu lama ya gak nulis. Jadi agak kaku nih mau nulis apa, hehehe.
Oke, cukup basa-basinya. Hari ini saya mau cerita tentang kabar gembira.
Sebenernya, kejadiannya sudah cukup lama, 23 Juni 2015, hari di mana saya sidang skripsi untuk kelulusan strata satu saya di fakultas psikologi Universitas Tarumanagara.

Saya merasa skripsi saya ini merupakan salah satu cara Tuhan untuk membentuk saya. Entah bagaimana caranya, Tuhan selalu menyertai, saya hanya diminta untuk percaya sama Tuhan. Tapi, ya you know, untuk berserah, gak khawatir sama apa yang akan terjadi, itu susah banget. 

Let me tell you about what He had done to me. Tuhan menyertai saya ketika pertama kali memilih judul skripsi saya. Ketika proposal skripsi, saya sempat beberapa kali berganti judul, sampai pada akhirnya menemukan judul yang tepat. Tuhan mempertemukan saya dengan lima orang partisipan untuk diwawancarai dalam proses penelitian saya. Tuhan mempertemukan saya dengan dosen pembimbing yang walaupun sangat sibuk tetapi mau berbaik hati meluangkan waktunya untuk membimbing saya membuat skripsi ini. Tuhan memberikan saya cukup waktu untuk menyelesaikan skripsi tersebut, ditengah rasa jenuh, rasa lelah menyelesaikan skripsi, putus asa karena saya sempat tidak memiliki gambaran dan tidak mengerti hasil penelitian saya akan seperti apa. Tuhan memberikan dua dosen yang terkenal 'baik banget' sebagai dosen penguji skripsi saya. Tuhan membantu saya dalam proses pengerjaan revisi dan meminta tanda tangan dekan dan dosen.

Tuhan kayak ngomong, 'Keep calm and be still, Elaine, I'm too wise to be mistaken, all you gonna do is do your best and trust in Me.' Hal ini baru saya sadari ketika semuanya sudah selesai, bahwa karya Tuhan benar nyata. Saya sudah sarjana!! Saya sudah S.Psi!! Call me norak, biarin aja, saya senang banget!

Well, saya tau kata-kata ini bakalan basi banget, tapi really Thank You, God. Thank You for all Your blessings. Thank you buat Papa, Mama, Ellen, Erica, dan teman-teman buat support dan doanya. Thank you buat teman-teman yang sudah datang ketika sidang. Thank you buat bunganya. Thank you buat pamfletnya yang dibuat manual dan rapi banget. Thank you buat kue muffinnya (Kenapa dikasih kue muffin? Saya juga mempertanyakan hal ini. My besties yang ngasih bilang, muffin itu kue keberuntungan, so you wanna try? hehe). Terima kasih buat Mama dan dua Dedek yang tiba-tiba datang. Thank you juga buat yang sudah menemani ketika revisi. Terima kasih buat semua yang tidak dapat disebutkan namanya satu per satu. Selamat buat teman-teman yang sudah lulus juga, buat yang belum, cepat menyusul! 


Iknow, ini bukan akhir tapi merupakan awal dari kehidupan baru saya yang akan dimulai. Surprise me, God. Love you more than a love song! Thank You!



Ps: Foto wisudanya menyusul ya. Wisudanya baru nanti Oktober nih. See you!